Iklan Tengah Artikel 1

Macam-macam Motor Listrik AC

Encrypting your link and protect the link from viruses, malware, thief, etc! Made your link safe to visit.

 Motor listrik AC berfungsi untuk merubah energi listrik dari arus listrik AC menjadi energi mekanis. Energi mekanis yang terbangkitkan berupa energi putaran poros rotor motor listrik. Fungsi motor listrik ini merupakan kebalikan dari generator AC yang berfungsi untuk merubah energi mekanis menjadi energi listrik AC.

(null)
Rangkaian Motor dan Generator AC
(Sumber)

Motor listrik AC dapat diklasifikasikan menjadi berbagai jenis dengan cara kerja yang berbeda-beda. Namun pada dasarnya, prinsip kerja motor listrik AC sama seperti generator AC, generator DC, maupun motor listrik DC, yang menggunakan fenomena induksi elektromagnetik. Hukum Faraday mengenai fenomena induksi elektromagnetik menjadi dasar dari prinsip kerja motor listrik AC apapun tipenya. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu per satu tipe-tipe dari motor listrik AC.

Macam-Macam Motor Listrik AC Berdasarkan Kecepatan Putaran Rotor

Berdasarkan kecepatan putaran rotor, motor listrik AC dapat diklasifikasikan menjadi dua tipe yakni motor sinkron dan motor tak-sikron atau asinkron. Disebut dengan motor AC sinkron adalah karena kecepatan putaran rotornya sama persis dengan kecepatan gelombang listrik AC jaringan. Sedangkan motor listrik asinkron disebut demikian adalah karena kecepatan putaran rotornya sedikit lebih pelan daripada kecepatan gelombang listrik AC jaringan. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas lebih dalam satu per satu.

  1. Motor AC Sinkron

Motor sinkron adalah motor listrik AC, yang pada kondisi steady, kecepatan putaran rotor nya tersinkronisasi atau sebanding dengan frekuensi gelombang arus AC. Jika kita kaitkan dengan rumus putaran rotor mesin AC di bawah ini, maka kecepatan rotor akan selalu sebanding dengan frekuensi listrik supply dan berbanding terbalik dengan jumlah kutub magnet.

N=120 \dfrac {f}{P}

Dimana N = kecepatan putaran rotor motor (rpm), f = frekuensi sumber listrik AC (Hz), dan P = jumlah kutub magnet untuk setiap fase listrik.

Prinsip kerja motor listrik AC tipe sinkron adalah terletak pada sistem eksitasi pada rotornya. Rotor motor AC sinkron memiliki kutub magnet dengan posisi yang tetap. Kutub magnet tersebut terkunci dengan medan magnet yang terbangkitkan di stator. Sehingga pada saat medan magnet stator berputar akibat gelombang listrik AC, rotor motor akan ikut berputar dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan gelombang listrik AC.

 photo synchronous-motor_03a.gif
Animasi Motor AC Sinkron
(Sumber)

Gambar animasi di atas adalah ilustrasi sebuah motor listrik AC sinkron dengan sumber listrik AC tiga fasa. Pada gambar tersebut, terlepas dari sumber eksitasinya, rotor motor tersusun atas dua kutub magnet yakni utara (merah) dan selatan (hijau). Sedangkan sisi stator, tersusun atas beberapa kumparan kawat dengan sumber tegangan listrik AC tiga fasa (merah, biru, hijau). Melalui beberapa kumparan yang disusun sedemikian rupa, listrik AC tiga fasa terkonversi menjadi kutub magnet dan medan magnet putar. Kutub magnet stator yang terbangkitkan akan tarik-menarik dengan kutub magnet rotor yang berlawanan. Sehingga jika medan atau kutub magnet stator berputar karena gelombang listrik AC, maka rotor motor akan ikut berputar mengikuti putaran kutub magnet stator. Kutub utara rotor akan selalu mengikuti putaran kutub selatan stator, sedangkan kutub selatan rotor akan mengikuti putaran kutub utara stator. Dengan demikian kecepatan putaran rotor akan selalu sama dengan kecepatan putaran medan magnet stator, dan karena hal inilah motor listrik AC ini disebut dengan motor listrik AC tipe sinkron.

Jelas bahwa karakteristik paling utama dari motor listrik AC tipe sinkron adalah komponen rotor yang memiliki kutub magnet tetap. Medan magnet rotor motor tersebut dapat dibangkitkan dari berbagai cara. Sehingga berdasarkan hal ini, motor AC sinkron dapat diklasifikasikan kembali menjadi beberapa tipe.

  • Motor Sinkron dengan Magnet Permanen

Cara paling mudah untuk mendapatkan medan magnet pada rotor motor listrik sinkron adalah dengan menggunakan magnet permanen. Dengan cara ini akan didapatkan motor listrik yang lebih awet, konsumsi listrik yang relatif hemat karena tidak dibutuhkannya eksitasi pada rotor, serta kerugian panas yang sangat kecil.

Dibandingkan dengan motor listrik induksi, motor sinkron dengan magnet permanen memiliki beberapa kelebihan serta kekurangan. Tabel di bawah ini akan menjelaskan beberapa poin tersebut.

image
  • Motor Sinkron Reluktansi

Motor sinkron reluktansi menggunakan rotor dengan bahan ferromagnetik, yang diinduksi oleh medan magnet stator. Medan magnet stator dibangkitkan dengan menggunakan beberapa kumparan yang dialiri arus listrik AC. Rotor yang menggunakan bahan logam yang dapat ditarik oleh magnet namun bukan magnet permanen, akan berputar mengikuti putaran medan magnet yang terbangkitkan pada stator motor. Kecepatan sinkron motor didapatkan pada motor reluktansi yang memiliki kutub rotor dengan jumlah yang sama dengan kutub stator.

Animasi Motor Reluktansi

  • Motor Sinkron Histerisis

Rotor motor sinkron histerisis menggunakan material silinder baja kobalt dengan nilai koersivitas tinggi. Koersivitas adalah sebuah sifat material ferromagnetik untuk menahan medan magnet luar sehingga ia tidak kehilangan sifat kemagnetannya. Sehingga material dengan koersivitas tinggi, sekali ia termagnetisasi oleh medan magnet dengan arah tertentu, akan membutuhkan medan magnet terbalik yang besar untuk melawan magnetisasi tersebut (histerisis yang lebar).

(null)

Dengan sifat koersivitas tinggi serta desain rotor yang khusus, pada saat tercipta medan magnet berputar pada stator, akan tercipta pula medan magnet pada rotor dengan kutub yang berlawanan. Selanjutnya akan terjadi gaya tarik-menarik antara kutub rotor dan stator, sehingga rotor akan berputar mengikuti putaran medan magnet stator. Pada awal start motor, kecepatan putaran rotor tidak mampu mengikuti penuh kecepatan putar medan magnet stator. Namun tidak lama kemudian, karena sifat koersivitas rotor tadi, maka akan dicapai kecepatan sinkron putaran rotor.

2. Motor AC Tak Sinkron

Sesuai dengan prinsip kerja motor listrik AC, rotor motor haruslah sebuah material yang memiliki kutub magnet. Sehingga pada saat kumparan stator teraliri listrik AC dan menciptakan medan magnet putar, rotor magnet akan ikut berputar karena kutub magnet rotor terkunci oleh kutub magnet stator.

Motor AC tak sinkron juga dikenal dengan nama motor induksi. Istilah tersebut digunakan karena untuk menciptakan kutub magnet rotor, sistem menggunakan induksi elektromagnetik dari medan magnet kumparan stator. Rotor motor induksi bukan sebuah magnet permanen dan tidak pula menggunakan sistem eksitasi. Bentuk rotor didesain sedemikian rupa sehingga jika terinduksi oleh medan elektromagnetik stator, akan tercipta arus listrik pada rotor diikuti dengan terciptanya medan magnet rotor (fenomena elektromagnetik).

Animasi Motor Listrik Induksi
(Sumber)

Sekarang mari kita bahas bagaimana prinsip kerja motor induksi ini. Sumber tegangan AC yang dialirkan ke kumparan-kumparan stator motor, akan menghasilkan medan magnet putar dengan kecepatan putaran sinkron sesuai dengan frekuensi sumber listrik. Medan magnet putar stator tersebut akan menginduksi secara elektromagnetik kepada rotor sehingga tercipta arus listrik pada sisi rotor sesuai dengan hukum Faraday. Arus listrik yang mengalir pada sisi rotor tersebut kembali akan menghasilkan medan magnet pada sisi rotor. Dengan adanya dua fluks medan magnet pada sisi rotor dan stator, maka rotor motor akan mengalami torsi putar mengikuti putaran medan magnet stator. Dari kondisi diam, rotor akan berakselerasi sampai nilai arus listrik terinduksi pada rotor serta torsi seimbang dengan beban motor. Rotor motor akan terus berakselerasi hingga mencapai kecepatan sinkronisasinya. Namun justru pada saat kecepatan sinkron tercapai, arus listrik induksi rotor tidak akan terjadi. Hal ini dikarenakan pada saat kecepatan rotor sama dengan kecepatan medan magnet putar stator, maka tidak akan terjadi pemotongan garis gaya magnet stator oleh rotor, sehingga induksi elektromagnetik tidak berfungsi. Maka dari itu, putaran rotor motor induksi tidak akan pernah mencapai kecepatan sinkron. Kecepatan rotor motor induksi akan selalu lebih rendah sedikit daripada kecepatan medan magnet putar stator. Perbandingan kecepatan antara rotor dan stator ini disebut dengan slip.

Video Animasi Prinsip Kerja Motor Induksi

Pengklasifikasian motor induksi adalah berdasarkan desain dari rotornya. Ada dua macam desain rotor motor induksi tersebut yakni bentuk sangkar tupai (squirrel cage) serta rotor dengan slip ring (wound type).

  • Motor Induksi Dengan Rotor Sangkar Tupai

Rotor motor induksi tipe ini berbentuk unik seperti sangkar tupai, maka dari itu diberi nama rotor sangkar tupai. Rotor ini berbentuk silinder yang menjadi satu dengan porosnya. Pada sisi tepi silinder terdapat beberapa batang konduktor (biasanya berbahan tembaga atau aluminium) yang disusun hampir sejajar dengan poros, serta terikat dengan sebentuk cincin pada ujung-ujungnya sehingga nampak menyerupai bentuk sangkar tupai.

(null)
Susunan Batang Konduktor Rotor Squirrel Cage
(Sumber)

Batang konduktor didesain sedikit sejajar namun juga sedikit miring terhadap poros rotor. Desain ini memiliki beberapa tujuan yakni:

  • Mengurangi suara bising dengungan akibat efek magnetik.
  • Mengurangi fluktuasi torsi pada saat terjadi perubahan kecepatan rotor.
  • Meningkatkan rasio efektifitas proses transformasi (induksi) antara stator dengan rotor.
  • Meningkatkan tahanan rotor karena bobot konduktor yang ringan.
  • Meningkatkan nilai slip untuk torsi tertentu.
(null)
Bentuk Rotor Squirrel Cage
(Sumber)

Selain batang konduktor, rotor motor squirrel cage juga tersusun atas inti besi. Inti besi tersebut berfungsi untuk menyimpan medan magnet yang dihasilkan oleh batang konduktor. Dikarenakan medan magnet rotor berfluktuasi terhadap waktu, maka konstruksi inti besi ini mirip dengan trafo yakni berupa lembaran-lembaran sehingga dapat mengurangi kerugian energi. Untuk mengurangi efek arus eddy, maka lembaran-lembaran inti besi saling diinsulasi dengan bahan vernis. Sedangkan material inti besi menggunakan besi karbon rendah dan tinggi silikon untuk mengurangi efek arus eddy, serta koersivitas rendah untuk mengurangi kerugian histerisis.

  • Motor Induksi Dengan Slip Ring

Motor induksi tipe selanjutnya sebenarnya juga menggunakan bentuk sangkar tupai pada batang konduktornya. Hanya saja, rotor motor ini tidak menggunakan inti besi, melainkan menggunakan lilitan kawat kumparan yang dilengkapi dengan slip ring. Namun kumparan dan slip ring rotor tidak digunakan sebagai sistem eksitasi, namun digunakan untuk menciptakan resistansi atau hambatan pada rotor ketika penyalaan awal. Resistansi yang tercipta tersebut akan menghasilkan torsi yang besar saat penyalaan awal. Dengan sistem ini, maka motor induksi dengan slip ring ini akan sangat cocok digunakan pada sebuah beban kerja yang apabila menggunakan motor induksi squirrel cage dapat mengakibatkan arus listrik penyalaan yang terlalu tinggi untuk kapasitas motor induksi squirrel cage tersebut.

(null)
Motor Induksi Dengan Slip Ring
(Sumber)

Motor induksi dengan slip ring cocok digunakan untuk beban yang memiliki inersia tinggi serta waktu akselerasi yang lama. Hal ini karena dengan motor induksi ini, kita dapat mengontrol kecepatan serta torsi motor. Namun jika sistem kontrol resistansi rotor tidak berjalan dengan baik, dapat dipastikan efek negatif temperatur panas pada rotor akan muncul.

Macam-Macam Motor Listrik AC Berdasarkan Jumlah Fase Sumber Listrik

Motor listrik AC juga dapat diklasifikasikan berdasarkan jumlah fase sumber listrik AC yang digunakan. Seperti yang telah kita ketahui bersama, sumber listrik AC yang lazim digunakan ada dua macam yakni satu fasa dan tiga fasa. Listrik AC satu fasa memiliki satu saja gelombang sinusoidal tegangan AC, sedangkan listrik AC tiga fasa memiliki tiga gelombang sinusoidal tegangan listrik.

IMG_1969.GIF
Perbedaan Gelombang Listrik AC Fasa Tunggal dengan Tiga Fasa
(Sumber)

Perbedaan paling utama antara motor listrik AC tiga fasa dengan satu fasa adalah terletak pada desain kumparan stator motor. Karena listrik AC tiga fasa memiliki arus bolak-balik tiga di saluran, maka paling tidak akan ada enam kumparan kawat pada sisi stator motor AC tiga fasa. Sedangkan karena listrik AC satu fasa hanya memiliki satu saja saluran listrik, maka stator motor AC satu fasa akan hanya memiliki sepasang atau dua kumparan kawat. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas satu per satu.

  1. Motor Listrik AC Tiga Fasa

Listrik AC tiga fasa menciptakan gelombang sinusoidal yang seakan-akan saling bersahutan. Ketiga gelombang tersebut saling memiliki selisih 120º satu sama lain. Fenomena tersebut justru akan memudahkan kita untuk memahami bagaimana proses terjadinya medan magnet putar pada stator motor listrik AC.

 photo synchronous-motor_03a.gif
Animasi Motor AC Tiga Fasa

2. Motor Listrik AC Satu Fasa

Sekarang mari kita bahas bagaimana listrik AC satu fasa dapat dikonversikan menjadi energi mekanis oleh motor listrik AC satu fasa. Listrik AC satu fasa hanya memiliki satu jalur arus listrik bolak-balik.

Ilustrasi Medan Magnet Putar Motor AC Tiga Fasa

Ilustrasi Medan Magnet Motor AC Satu Fasa
(Sumber)

Nampak pada animasi di atas, bahwa jika pada stator motor listrik AC tiga fasa tersusun enam kumparan dengan konfigurasi yang telah kita bahas di atas, maka medan magnet putar akan terbentuk dengan sendirinya apabila sumber arus listrik disupply ke stator motor. Lain halnya pada motor listrik AC satu fasa, nampak jika hanya menggunakan dua kumparan kawat pada stator, maka medan magnet stator yang terbangkitkan hanya akan bertukar-tukar kutub bolak-balik seiring dengan bolak-baliknya arus listrik satu fasa. Sehingga pada stator motor tersebut tidak akan terbentuk medan magnet putar. Sekalipun demikian, jika rotor motor di atas sekali saja teraktuasi untuk berputar di dalam stator motor tersebut, rotor motor akan terus berputar mengikuti bolak-baliknya medan magnet stator.

Dari ulasan di atas dapat sedikit kita tarik kesimpulan bahwa rotor motor listrik AC satu fasa tidak secara otomatis langsung berputar apabila stator motor diberi sumber listrik. Dibutuhkan satu metode khusus untuk membangkitkan torsi awalan terhadap rotor, sehingga sesaat saja rotor mendapatkan torsi putar maka ia akan seterusnya berputar mengikuti medan magnet stator.

Berbagai macam metode penyalaan awal motor AC satu fasa telah dikembangkan, dan hal ini yang menjadi dasar pengklasifikasian motor listrik ini.

  • Motor dengan kutub bayangan (shaded pole)

Pada setiap kumparan stator motor tipe ini, terdapat kutub bayangan dengan ukuran lebih kecil, dengan jalan melewatkan kawat lilitan ke bagian tersebut seperti pada gambar di bawah ini. Dengan posisi kutub bayangan yang sedemikian rupa tersebut, akan tercipta torsi putar yang cukup untuk memutar rotor pada saat pertama kali penyalaan motor. Rotor akan terus berakselerasi hingga tercapainkecepatan yang seimbang dengan beban motor.

Diagram Shaded Pole Motor serta Bentuk Aliran Medan Magnetnya
(Sumber)
  • Motor dengan pemisahan fasa (split phase)

Motor tipe ini menggunakan dua kumparan tambahan pada stator. Dengan total empat kumparan, masing-masing kumparan disusun melingkar dengan jarak 90º. Dua kumparan tambahan terhubung secara paralel dengan kumparan utama, serta terhubung dengan saklar (sistem pemutus arus). Dengan menggunakan saklar tersebut dua kumparan tambahan hanya teraliri arus listrik pada saat penyalaan awal motor saja. Setelah motor berakselerasi penuh, saklar akan memutus arus listrik.

Skema Split Phase Motor
(Sumber)
Diagram Kabel Split Phase Motor
(Sumber)
  • Motor split phase dengan kapasitor

Motor tipe ini memiliki desain yang sama persis dengan tipe split phase sebelumnya. Perbedaannya terletak pada pengggunaan kapasitor sebagai pengganti saklar pada kumparan tambahan. Dengan desain demikian akan didapatkan ikatan medan magnet terhadap rotor yang lebih besar, serta akselerasi torsi per ampere yang lebih besar. Karena kumparan tambahan motor ini terus diberi tegangan listrik, maka faktor daya motir ini menjadi lebih besar dibandingkan jenis motor yang lain. Motor tipe ini sangat cocok jika digunakan untuk menghasilkan kecepatan putar rotor bervariasi.

Diagram Kabel Split Phase Motor Dengan Kapasitor

Sumber:

0 Response to "Macam-macam Motor Listrik AC"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel